Kira-kira tahun 1984 Alm Bapak membeli sebuah mobil second. Mobil ini mereknya FIAT typenya 124 s tahun 1977 warna putih. Mobil ini adalah mobil pertama yang dibeli oleh keluarga kami. Biarpun mobil ini cukup berumur, tetapi kehandalannya cukup terbukti dengan melakukan perjalanan ke Jawa timur beberapa kali tanpa mengalami masalah.
Saya cukup telaten merawatnya, jadi setiap habis dipakai jika kehujanan pasti langsung dicuci bersih. Bahkan Enginenya pun selalu bersih karena memang selalu dicuci secara berkala. Pokoknya selalu kinclong baik Interior maupun Eksteriornya, termasuk Engine Bay.
Mobil ini kegiatan rutinnya adalah mengantar dan menjemput Alm Bapak ke kantor, juga adik-adikku ke sekolah, selain tentunya pergi belanja atau sekedar jalan-jalan. Seingat saya tidak ada kejadian besar atau kecelakaan yang membuat mobil ini menjadi rusak. Hanya ada beberapa baret-baret kecil... biasalah mobil kalau dipakai pasti begitu.
Karena Alm Bapak ingin membeli mobil dengan tahun lebih muda, maka terpaksalah si "FATIME" julukan untuk si putih ini dijual. Cara jualnya dengan mengiklankan di koran PR. Banyak yang datang melihat, rata-rata komentarnya sama. "Mobilnya cakep, tapi harganya kok jauh di atas pasaran ?". Akhirnya mobilpun laku terjual, tentunya dengan harga yang ditawarkan karena memang kondisinya bener-bener sip.....
Nah.... itulah sekelumit cerita mengenai mobil pertama di keluarga kami. Dan kebetulan juga perkenalan pertama saya dengan /F/I/A/T/, alias Fabbrica Automobili Italiana Torino.
Saya cukup telaten merawatnya, jadi setiap habis dipakai jika kehujanan pasti langsung dicuci bersih. Bahkan Enginenya pun selalu bersih karena memang selalu dicuci secara berkala. Pokoknya selalu kinclong baik Interior maupun Eksteriornya, termasuk Engine Bay.
Mobil ini kegiatan rutinnya adalah mengantar dan menjemput Alm Bapak ke kantor, juga adik-adikku ke sekolah, selain tentunya pergi belanja atau sekedar jalan-jalan. Seingat saya tidak ada kejadian besar atau kecelakaan yang membuat mobil ini menjadi rusak. Hanya ada beberapa baret-baret kecil... biasalah mobil kalau dipakai pasti begitu.
Karena Alm Bapak ingin membeli mobil dengan tahun lebih muda, maka terpaksalah si "FATIME" julukan untuk si putih ini dijual. Cara jualnya dengan mengiklankan di koran PR. Banyak yang datang melihat, rata-rata komentarnya sama. "Mobilnya cakep, tapi harganya kok jauh di atas pasaran ?". Akhirnya mobilpun laku terjual, tentunya dengan harga yang ditawarkan karena memang kondisinya bener-bener sip.....
Nah.... itulah sekelumit cerita mengenai mobil pertama di keluarga kami. Dan kebetulan juga perkenalan pertama saya dengan /F/I/A/T/, alias Fabbrica Automobili Italiana Torino.
0 comments:
Post a Comment